Senin, 10 September 2018, 10:33

Kinerja Program Zona Integritas Kemenag Bantul Memuaskan

Bantul (Kankemenag) - Kinerja pelaksanaan program Zona Integritas (ZI) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul mendapatkan apresiasi positif dari Tim Evaluator Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Cukup exited dan bisa jadi contoh untuk Kantor Kementerian Agama yang lain. Di sini juga ada ASN Berbudaya Kerja dan ASN Excellent. Excited, tandas Ketua Tim Evaluator Kementerian PAN dan RB, Dianita Eva Nila Sari, Jumat (31/8/2018). Tim juga melihat bahwa kekuatan pelaksanaan Zona Integritas (ZI) dan Reformasi Birokrasi pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul adalah semangat dari semua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada. Kita melihat semangat besar (untuk melaksanakan program ZI) di sini, ujar Alfian, anggota Tim Evaluator.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Drs. H. Buchori Muslim, M.Pd.I menyatakan bahwa capaian manajemen perubahan di satuan kerja telah terlihat secara signifikan. Perubahan itu terlihat dari sikap positif antikorupsi, antigratifikasi, kesigapan dalam melaksanakan program pemerintah dan melihat kebutuhan masyarakat serta peningkatan kedisiplinan pegawai, tegasnya. Bahkan, semangat antigratifikasi telah menginspirasi Abdurrahman Muhammad Bakrie, penghulu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten melaporkan gratifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dinobatkan menjadi pelapor tersering gratifikasi pada Maret 2018. Sedangkan Samanto, S.Ag, penghulu KUA Kecamatan Imogiri yang menjadi inspirator menjadi pelapor gratifikasi tersering ke-4 nasional.

Dari sisi perubahan sikap kesigapan maka Kantor Kementerian Agama menjadi Kantor Kementerian Agama yang pertama dalam melaksanakan instruksi Menteri Agama untuk menyelenggarakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Bahkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul telah berhasil mereplikasikan PTSP ke KUA dan Madrasah. Sedangkan dari sisi peningkatan disiplin terjadi perubahan yang signifikan, terlihat dari jumlah hukuman disiplin yang menurun. Pada Tahun 2015 terdapat 18 pegawai yang mendapatkan hukuman disiplin, Tahun 2017 sebanyak 4 orang dan pada 2018 belum ada yang mendapatkan hukuman disiplin baik ringan, sedang, maupun berat.

Selain PTSP, inovasi pelayanan publik pada Kantor Kementerian Agama adalah program pemberian Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga Baru pada Pasangan Pengantin Baru (KAPERU). Melalui program ini maka pengantin akan langsung mendapatkan tiga dokumen sekaligus, yaitu buku nikah, KTP, dan KK baru, terang Buchori. Program KAPERU ini juga telah menginspirasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun untuk melakukan program yang sama. Kegiatan evaluasi ini dilakukan oleh Kementerian PAN dan RB setelah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul ditunjuk menjadi salah satu sampel pelaksanaan ZI dan Reformasi Birokrasi oleh Kementerian Agama. Pada Maret 2018 Inspektorat Jenderal Kementerian Agama telah memberikan nilai ZI sebesar 86,31 atau berkategori Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sehingga dinilai layak untuk menjadi sampel pelaksanaan ZI dan RB di Kementerian Agama. (Isman)
Berita Lainnya
Senin, 10 September 2018, 10:35

Kakanwil Provinsi Bangka Belitung Lantik Agen Perubahan

Senin, 9 Oktober 2017, 10:05

Biro Ortala Lakukan Asistensi Implementasi Reformasi Birokrasi

Senin, 9 Oktober 2017, 09:46

Kabag TU Menekankan ASN Kemenag Sudah Waktunya Melakukan Perubahan

Jumat, 25 Agustus 2017, 11:32

Kemenag Kukuhkan 11 Agen Perubahan

Jumat, 25 Agustus 2017, 11:31

Ini Prioritas Aksi Program Reformasi Birokrasi Kemenag