Minggu, 10 September 2017, 11:14

Indeks Kerukunan Umat Beragama 2016 Naik

Jakarta (Kemenag) --- Indeks kerukunan umat beragama di Indonesia tahun 2016 mengalami kenaikan jika dibanding dengan indeks tahun sebelumnya. Hal ini terungkap pada Launching Laporan Tahunan Kehidupan Keagamaan di Indonesia Tahun 2016 yang digelar Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Balitbang-Diklat Kemenag di Jakarta.

Laporan Puslitbang menyebutkan, indeks kerukunan umat beragama 2016 berada pada angka 75,47%, naik 0,11% dari tahun sebelumnya, yakni 75,36%. Ada tiga variable yang diukur, yaitu: aspek kesetaraan, toleransi, dan kerjasama. Kalau dua aspek pertama sudah di atas 76% (78,4% dan 76,5%), aspek kerjasama baru mencapai angka 42%.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan hasil survei kerukunan umat beragama ini menunjukkan trend positif dan sepatutnya diapresiasi. Meski demikian, Menag tidak menutup mata dengan masih adanya sejumlah pekerjaan rumah dan tantangan yang harus diperbaiki ke depan, utamanya dalam membangun kerjasama antarumat beragama.

"Semua aspek kerukunan itu harus terus kita pupuk dan tingkatkan bersama-sama ke depan. Bukan hanya oleh Pemerintah, tetapi juga oleh semua elemen masyarakat," tutur Menag, Selasa (14/03).

Menurut Menag, kerukunan bukan hanya pada tingkat pemahaman, melainkan juga sampai tingkat kesadaran yang bisa diejawantahkan ke dalam kenyataan sosial keberagamaan. Bagi umat beragama, agama harus bisa menjadi perekat persaudaraan, menjadi faktor pemersatu dan pemelihara kemajemukan.

"Marilah kita terus bekerja memperkuat layanan-layanan strategis demi terwujudnya kerukunan yang berkualitas dan produktif, demi kemaslahatan bersama, yang pada gilirannya akan menyokong perbaikan output survei di masa mendatang," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Puslitbang Bimas Islam dan Layanan Keagamaan Muharram Marzuki melaporkan bahwa laporan tahunan ini merupakan hasil penelitian terhadap data dan informasi yang berkembang di media massa, cetak dan elektronik. Laptah ini rutin dirilis oleh Puslitbang sejak tahun 2010.

Muharram berharap hadirnya Laporan Tahunan Kehidupan Keagamaan di Indonesia Tahun 2016 ini bisa menjadi bahan refleksi dalam memperbaiki kualitas kehidupan keagamaan mendatang. "Dengan hadirnya laporan ini, diharapkan bimas-bimas dapat lebih berupaya meningkatkan kualitas kerukunan di Indonesia dengan berbagai suku bangsa," harapnya.

Kegiatan Launching ini dihadiri oleh para pimpinan majelis agama, para pimpinan ormas keagamaan serta para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Guru Besar Hukum Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Prof Dr M Atho Mudzhar dan Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatullah, Prof Dr Bambang Pranowo MA. (Didah/mkd/mkd)

Berita Lainnya
Minggu, 10 September 2017, 11:16

Survei BPS: Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2016 Naik